Pada tanggal 12 Februari 2026, Puncak Dies Natalis ke-58 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang penuh makna, salah satunya adalah orasi ilmiah yang disampaikan oleh Berti Yolida. Bertema “Penguatan Kolaborasi melalui Reflective Teaching,” orasi ilmiah ini menekankan pentingnya pengajaran reflektif sebagai dasar bagi penguatan kolaborasi antara pendidik, mahasiswa, serta berbagai pihak terkait dalam dunia pendidikan. Dalam orasinya, Berti Yolida menyampaikan bahwa kolaborasi dalam dunia pendidikan tidak hanya penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan yang saling mendukung dan menginspirasi.
Berti Yolida mengungkapkan bahwa reflective teaching atau pengajaran reflektif merupakan suatu proses di mana pendidik secara aktif menganalisis dan mengevaluasi praktik pengajaran mereka. Dengan cara ini, para pendidik dapat mengenali kekuatan dan kelemahan dalam metode pengajaran yang mereka terapkan, serta memperbaiki pendekatan mereka untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik bagi siswa. Orasi ini menyarankan agar pendidikan tidak hanya berfokus pada materi yang diajarkan, tetapi juga pada cara mengembangkan hubungan yang lebih baik antara pendidik dan peserta didik, serta antar sesama pendidik.
Dalam konteks ini, Berti Yolida mengaitkan pentingnya kolaborasi antar pendidik dalam mendorong pembelajaran yang lebih efektif. Dengan refleksi yang mendalam terhadap metode pengajaran, pendidik dapat mengidentifikasi area yang perlu perbaikan dan berbagi pengetahuan dengan kolega mereka untuk menciptakan pendekatan pembelajaran yang lebih baik. Kolaborasi ini tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas, tetapi juga melibatkan masyarakat akademik yang lebih luas, termasuk institusi pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya. Melalui kolaborasi yang berbasis pada refleksi, Berti Yolida percaya bahwa dunia pendidikan akan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan zaman dan kebutuhan generasi yang terus berkembang.
Dalam acara yang dilaksanakan secara daring dan luring di Aula K FKIP Unila ini, orasi ilmiah Berti Yolida mendapat perhatian besar dari para peserta yang terdiri dari pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa. Hadir dalam acara tersebut, Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., yang mendukung penuh penyampaian orasi ilmiah ini sebagai langkah menuju peningkatan kualitas pendidikan di Unila. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Sunyono, M.Si., dan Dekan FKIP Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., yang turut memberikan semangat untuk terus mengembangkan kolaborasi dalam lingkungan akademik.
Berti Yolida dalam orasinya menekankan bahwa refleksi bukan hanya merupakan alat untuk evaluasi pribadi, tetapi juga sebagai media untuk mengajak seluruh pihak dalam dunia pendidikan untuk bersama-sama memperbaiki dan mengembangkan metode pengajaran yang lebih inklusif dan efektif. Penguatan kolaborasi melalui reflective teaching menjadi kunci untuk menciptakan sinergi yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan, serta mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global. Orasi ilmiah ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pendidik di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menciptakan pendidikan yang lebih baik.
Kegiatan Puncak Dies Natalis ke-58 FKIP Unila ini tidak hanya sekadar perayaan ulang tahun, tetapi juga sebagai momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang FKIP Unila dalam mencetak tenaga pendidik berkualitas. Dengan tema yang sangat relevan dengan perkembangan dunia pendidikan, orasi ilmiah ini menggarisbawahi komitmen FKIP Unila dalam meningkatkan kualitas pengajaran melalui kolaborasi yang berbasis pada refleksi mendalam, serta memberikan kontribusi positif terhadap dunia pendidikan di Indonesia.
